Rabu, 05 Mei 2010

Bat For Lashes aka Natasha Khan















WHO IS SHE?
Pemain teater? Artis Bollywood?, make up artis? atau.... dia penyanyi. Tapi bisa dibilang seperti seniman ya?. Dia penyanyi asal Inggris keturunan Timur Tengah (lebih tepatnya saya lupa). Saya ngefans banget sama cewek nyentrik ini, musiknya unik. Saya nga tau mau mengkategorikan musiknya apa. yang jelas mungkin se-genre sama Bjork. Eits tapi tunggu, musiknya ini bernuansa magis, aneh kan?. Tapi itulah dia, nga cuma Coldplay yang terinspirasi sama hantu alias GHOST. Begitupun Natasha Khan. Kita nga bicara soal musiknya tapi penampilannya, total looknya. Mungkin Natasha terinspirasi sama gipsy thingy, indian, halusinasi psikodelik dan vodoo. Yang bikin gw jatuh cinta karena dia multitalented. Nga cuma bisa nyanyi tapi gw melihat dia seperti pieces of art. Dia satu-satunya penyanyi yang ngenalin indahnya the art of body painting, and she did it well!. Dan dia mengaplikasinya nga berlebihan. Ada harmonisasi alam di seni body paintingnya. Warna-warna cantik yang alamiah. Coba deh, ngeliatnya kayak ngeliat embun pagi yang kena sinar matahari trus jadi pelangi. And is beautiful and little bit magic. Doi sukses banget bawain aura magis kedalam musiknya. Emang musisi London nga pernah setengah-setengah. Mereka nga cuma vokal di musik tapi eksistensi dan prinsip yang ada di jalur musiknya. Well, nuff to say, I adore her so muuuuuuuuuch!!!.
pic : last.fm, polyvore, cosmopolitan.co.uk





Another look a like part II

LA ROUX & Adam Lambert




Cadaaaaaaaaas, jambul yang bikin orgasme!

Efek gaya Ziggy Stardust pada musik industri saat ini

// Androgyn
Tampilan gender bender alias campuran antara laki-laki dan perempuan yang di tunjukkin Ziggy Stardust ini, terbaca jelas pada penampilan beberapa iconic singer. Sebut La Roux. Gaya androgyn di anut olehnya. Jujur, La Roux jadi terlihat stunning dan keren dengan gaya ini. Ini juga sesuai dengan aliran musik yang ia usung. Disco 80's.








// Big hair for men
Trend rambuk sasak tinggi buat cowok?. Ini sangat berlaku buat Adam Lambert. Bohong banget kalo Ziggy bukan salah satu inspirasinya





// Eye make up
Esensi dari penciptaan karakter Ziggy Stardust adalah, manusia planet yang berdandan full make up. Namun, ciri khasnya adalah seni lukis pada wajah dan fokus pada mata. Codet petir adalah salah satu signature dari Ziggy. Codet ini kini mewabah ke penampilan beberapa penyanyi-penyanyi sensasional macam Lady Gaga . Codet petir ini jelas-jelas di adaptasi ulang oleh Lady Gaga dan Rihanna. Sedangkan face painting, di adaptasi oleh Bat For Lashes dan extreme lashes oleh la Roux.
David Bowie emang sangat sukses 'me-mutan-kan' dirinya menjadi dua. As David dan as Ziggy Stardust. Tokoh, alter ego ciptaannya. Lucunya, walaupun Ziggy ini tercipta pada era 70-an, namun kok rasanya sangat futuristik dan masa depan banget ya?. Yang bikin saya terkagum-kagum dengan musisi era 70-80-an adalah, eksistensi, penjiwaan dan daya kreatifitas mereka yang tinggi dalam mengimprofisasi musik yang mereka usung. Contoh lain adalah, KISS. masih ingat kan betapa glam rocknya mereka dengan dandanan full make up. Coba kita seret ke dunia musik sekarang. Bisa diitung berapa banyak penyanyi baru yang bejibun datang bermunculan di dunia musik, yang memiliki signature style macam era 70-80-an. Paling POL juga Bjork dan LADY GAGA. Setelah itu siapa?. Tapi paling keren menurut saya itu, M.I.A, Amy Winehouse, Santogold, la Roux dan oh, saya juga jatuh cinta banget sama Bat For Lashes aka Natasha Khan. Karena dia satu-satunya penyanyi yang berkarakter kuat dengan aliran musik yang ia usung (mudah-mudahan prinsip musiknya nga di beli sama duit). Selain dari penampilan, Natasha juga mengenalkan indahnya the art of face painting tanpa berlebihan. Natasha definitely not only singer but, seniman yang berkedok penyanyi. Lihat aja video klip, penampilannya, cover albumnya yang sangat artsy, bukan sekedar background putih dan cuma nemplokkin foto mukenye. Tapi ngeliat musiknya bak melihat galeri dan pameran seni. Persis seperti Bowie. Musik Bowie bukan hanya musik namun lebih kepada sebuah seni berdimensi suara yang dinikmati oleh panca indera pendengaran. Musisi macem begini yang bakal terus diabadikan sebagai ICON. Contoh lain seorang iconic singer ; Bjork, Lady GAGA dan Bat For Lashes (ini versi menurut saya)...
pic : source by ; Last.fm, polyvore
























































































Selasa, 04 Mei 2010

Who inspire who? Adam & Rihanna (look a like?)


// Tuxedo style




// Outstanding pose & outfit?




//Ziggy Stardust thingy




// Smokey eyes & eyeliner
Rihanna @ her 'Rated R' cover album.

Baik Riri n Adam, sama-sama menggunakan dandanan smokey eyes. Siapa menginspirasi siapa nih? :p









// OVER GAGA sunglasses
Adam masih dengan trend kacamata ala Kanye Westnya (tapi versi Adam lebih keren dari Kanye). Sedangkan Riri, selangkah di depan dalam soal fashion dengan kacamata lace-nya. HITS!!!!






// Hair style? Gimana soal gaya rambut?
kalo Adam mengembalikan style 50's look ala James Dean. Rihanna justru menampilkan potongan cutting edge dari gaya rambut 50-an. Maksimal dengan jambul dan skinhead, sadiiiiiiiis! Wew.... apa mereka memakai stylist yang sama???....
pic: source by Polyvore, Adam official site etc etc






















































Senin, 03 Mei 2010

Christopher Kane

Why I love you, Kane ;







// Gingham pleated bustier dress, soft, pastel, ' feminin with edge'.


// Stripe dress with velvet applique


// Geometric dress, rasanya seperti melihat ubur-ubur yang cantik berenang di dalam laut.


"CUT OUT & cutting edge"





Satu lagi perancang edgy asal Inggris. Christopher Kane. Entah kenapa sepertinya Inggris alias Britania Raya roots budaya edgynya sangat kuat. Salah satu unsur yang kuat adalah, budaya punk. Punk yang punya ciri khas CUT & PASTE. Kayaknya sudah mendarah daging di setiap pribadi orang Inggris. Bukan saja soal musik The Beatles yang kencang dengan aksennya yang kental. Namun 'aksen' kental ini merembet juga ke soal fashion. Tapi saya tidak bicara soal dedengkot fashion Inggris. Saya bicara soal Christoper Kane. Saya jadi inget pertama kali ia muncul dan nonton kemunculannya di Fashion TV. Kane sempat dicibir sinis oleh pengamat fashion diluar negeri sana. Ada yang bilang garis rancangannya mirip dengan salah satu desainer senior (saya lupa namanya). Begini dan begitu, tapi Kane cuek saja menanggapinya.
Hmmm... kalo diliat-liat dari beberapa potong baju yang gambarnya berhasil saya save, seakan-akan, mensiluetkan wanita yang feminin tapi tidak terlalu feminin, mandiri, kuat tapi bukan berarti
berpenampilan garang. Tidak perlu 'visualisasi' jaket kulit yang sangar, jeans robek / belel, sepatu boots hitam legam untuk menguatkan sosok wanita 'macho'. Tapi, Kane cukup menegaskan di cutting-nya. Dan bentuk-bentuk yang tidak biasa. Seperti dress yang melambai-lambai bak ubur-ubur. Indah bukan, saya sih melihatnya seperti ubur-ubur. Cantik tapi beracun, istilahnya begitu. Kane juga pernah berkolaborasi bareng Topshop. Koleksi hitsnya, terusan animal print, dress aplikasi potongan kaca, eyelet box bag dan platform boots yang sangat punk dan rebel.
pic source by : polyvore, style.com.


































Minggu, 02 Mei 2010

Galeri Futuristik Gareth Pugh

// GARETH PUGH
















Alasannya kenapa saya jatuh cinta banget sama desainer asal Inggris ini, Gareth Pugh. Adalah, hasil rancangannya yang dramatis, futuristik, nyeleneh, sensasional atau sangat GAGA OVER UR MOUTH!!!. Atau saya pribadi melihat baju-baju hasil rancangannya seperti habis maraton dvd film-film ;

" pertempuran luar angkasa antara Star Trek VS Star Wars, Keanu Revees dan Trinity di Matrix, semi The Crow, The Island, SCI-FI. Sesuatu yang berhubungan dengan futuristik".

Penuh imajinasi yang nga terkira, terbayangkan dan setara puasnya bak melihat hasil karya seni ketimbang baju yang jatuhnya cuma enak diliat, dipegang, gantung dan pajang di butik.
Pada awal kemunculannya memang Gareth udah di take-in sebagai calon penerus seniornya seperti ; desainer nyentrik macem, Viviene Westwood, John Galliano dan Alexander McQueen. Tapi dari sekian banyak koleksi hasil rancangannya yang saya adore banget sama goat fur coatnya. Potongan - potongan 'ajaib' yang cutting edge terlihat seperti bukan baju biasa. Memang mungkin ada sedikit prinsipil jika dilihat dari Koleksi Over GAGAnya ini, sepertinya diciptakan buat pribadi yang nyentrik, berani beda, jadi diri sendiri, bukan korban mode atau menjadikan seseorang itu sebuah icon karena telah memakai bajunya. Lady Gaga menurut saya cocok banget dengan individualisme garis rancangan Gareth. Hmm... kandidat lain yang menurut saya sangat Gareth Pugh itu, Rihanna dan Adam lambert.



// Chanelling Gareth Pugh-ish, maybe?
sensasional singer such as ; Lady GAGA, Adam Lambert & Rihanna.









all pic : source by POLYVORE